"Cangkrukan" bersama Empat Pujangga
Departemen Riset yang didirikan oleh empat mahasiswa UK Petra yaitu Alexanders Ongky S, Erga Chrisvian, Nicholas Reynaldi, Albert Budianto. Disini kita akan membahas mengenai "Cangkrukan" secara mendalam. Selamat Datang di empatpujangga.blogspot.com
Minggu, 08 Desember 2013
Minggu, 13 Oktober 2013
Kamis, 10 Oktober 2013
Minggu, 22 September 2013
Hasil Riset "Fakta Cangkrukan"
Cangkrukan ( nongkrong ) sudah menjadi salah
satu kebiasaan atau kegiatan wajib di kalangan masyarakat pada umumnya. Menurut
riset yang sudah kami lakukan, sebagian dari masyarakat di kawasan daerah surabaya
barat, khususnya manukan - tandes, adalah sebagai berikut :
- Bahasa yang digunakan
Bahasa mayoritas
yang sering di gunakan adalah bahasa daerah khas Suroboyoan, bahasa Jawa, dan beberapa
juga yang menggunakan bahasa Indonesia. Alasan mereka menggunakan bahasa daerah
khas Suroboyoan ataupun bahasa Jawa karena, bagi mereka dengan menggunakan bahasa
Jawa atau pun khas Suroboyoan karena lebih mudah di mengerti dan lebih nyaman penyampaiannya,
dan juga tidak terasa formal dalam berkomunikasi
- Topik pembicaraan
Cangkrukan
merupakan salah satu kegiatan masyarakat untuk melepaskan kejenuhan rutinitas keseharian,
karena dengan cangrukan banyak informasi yang sering di sharingkan satu sama lain,
salah satu topik pembahasan yang di bicarakan adalah :
- Pekerjaan / Sekolah
- Politik
- Fenomena alam ( kejadian yang baru saja terjadi
)
- Hobby
- Curhat
- Kebiasaan tingkah laku
Kebiasaan
tingkah laku masyarakat menganggap cangkrukan sudah menjadi suatu kebiasaan untuk
bersosialisasi terhadap sesama masyarakat dan juga sebagai penghilang rasa jenuh,
juga sebagai salah satu cara untuk bertemu dengan komunitas ataupun teman lama.
Karena cangkrukan ini merupakan kegitan pelepas penat maka tingkah dan gaya bicara
bisa di ekspresikan secara bebas dengan contoh mengangkat kaki, makan dengan cara
"puluk'an" ( makan menggunakan tangan tanpa sendok ), tertawa lepas dengan
keras dan juga gaya bicara yang lantang
- Opini
Cangkrukan
adalah suatu kegitan lama yang awalnya hanya di manfaatkan sebagai kegiatan perekat
hubungan terhadap sesama masyarakat, namun kini sudah menjadi sebuah kebiasaan baru
yang wajib di lakukan ketika terasa penat, sensasi cangkrukan hanya bisa di rasakan
di warung kopi kaki lima, angkringan, dan juga komunitas, yang tidak bisa kita dapatkan
di sebuah restoran ataupun di tempat - tempat lainnya
Kamis, 29 Agustus 2013
Apa sih “Cangkrukan” itu??
Orang jaman
sekarang mungkin asing dengan kata "Cangkrukan", apa sih Cangkrukan itu?,
Cangkrukan sendiri berasal dari kata cangkruk yang kalo ditafsirkan mempunyai
arti kumpul-kumpul bareng, jagongan untuk membahasa suatu masalah
tertentu, dalam bahasa sekarang sering kita menyebutnya dengan nggosip yang
tentu saja ke arah hal yang positif bukan ditujukan untuk hal-hal yang tiada
berguna atau bahkan untuk menjatuhkan martabat seseorang...
Cangkrukan ternyata mempunyai arti budaya mendalam bagi bangsa kita. Cangkrukan dimaksud di sini dalam arti konvensional, yakni cangkruk, jagongan atau kongkow di depan rumah atau di tepi jalan kampung dengan para tetangga di desa. Dan, bukan cangkrukan ala modern life style. Yakni cangkruk di cafe, pub, bar atau diskotek dengan rekan bisnis atau teman wanita. Aktivitas cangkrukan di kampung umumnya dilakukan secara alamiah tanpa ada janjian (appointment) dulu dengan tetangga sebagai partner cangkruk kita.
Budaya cangkrukan mungkin sudah jarang kita temui di kota-kota besar,
bahkan jarang banyak kita temui di sudut-sudut kota, biasanya budaya ini
"mencandui" para manusia yang masih berada di pedesaan dimana tingkat
solidaritas dan kekeluargaannya masih tinggi. Kenapa saya sebut cangkrukan sebagai
budaya? karena menurut saya cangkrukan sudah ada sejak dahulu kala dan ini
merupakan sesuatu yang sifatnya turun-temurun dan ini masih terjaga
kelestariannya di pedesaan.
Untuk lebih
jelasnya, Anda bisa mencari tahu mengenai cangkrukan lebih dalam di blog ini...
So... Selamat
Datang di www.empatpujangga.blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)
